Langsung ke konten utama

Dialog Kemelut ; Kepada Sang Pemuja Senja Oleh Denny E. Pratama

Jangan paksa aku menyeka air mata rindu
yang berguguran ketika musim dingin datang mengunjungimu.
Lalu jangan paksa aku membelai kilauan rambut hitammu yang tergerai lembut
ketika musim semi menyapa.

dialog kemelut antara kau dan aku


Dan jangan pula paksa aku melacurkan kata manis berselimut sayang,
bermahkotakan cinta ketika musim gugur berhamburan duduk menemanimu.
Aku tak ingin keterpaksaan menyisakan duka bagimu.
Karena aku tak ingin mengulum butiran air mata bekumu
ketika duka itu mulai mendekap dan menyergapmu.
Maka berlarinya ke arah timur menuju dermaga penantianmu
lalu hancurkan kepingan-kepingan rindu yang kau semaikan
di balik pahatan dinding tebing pelabuhan senja yang sengaja kau tujukan padaku.
Sebab dengan begitu, senyum lebar tanda bahagiaku untukmu
akan terpampang dan terpancar jelas saat fajar tiba.

Komentar